Wawancara dengan Bapak Safa’atim S.Pd selalu kepala sekolah.
Perbandingan besar kecilnya polybag dapat mempengaruhi besar kecilnya sawi.
Penyemaian bibit sawi, terong, cabai, timun, dll.

Selasa, 07 Juni 2022

Tepat pada Selasa kami melakukan liputan seputar pertanian ke SD pertanian Sukorejo 1. Kami menemui bapak kepala sekolah bapak Safa atim S.Pd. dan ibu Nita Mulyani S.Pd. sebagai guru penggerak. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter anak untuk bertanggung jawab peduli lingkungan dan disiplin. Program ini didukung oleh kepala sekolah bapak safa’tim S.Pd. dan para dewan guru lainnya. Program ini juga bekerja sama dengan ibu Sarofah untuk membantu pembibitan pertama kali. Program ini dilaksanakan masih sekitar 3 bulan, dari bulan April. Untuk media tanaman kita menggunakan bahan bekas seperti botol minuman dan bungkus minyak goreng. Besar kecilnya wadah tanaman bisa mempengaruhi kualitas tanaman. Pemupukannya anak-anak membuat dari rumah membawa pupuk kandang dan dicampur dengan tanah. Untuk penyiramannya kelas 1 dan kelas 2 dilakukan setiap hari sesuai jadwal piket, sedangkan untuk yang kelas 6 menyiram tanamannya sendiri sesuai dengan nama yang ada di polybag. Sudah pernah panen, tetapi masih sawi saja, soalnya awal pembibitan dulu adalah sawi yang lain masih dalam proses pertumbuhan. Untuk hasil dari panen program ini diolah menjadi keripik, tetapi untuk sementara ini masih dikonsumsi anaknya sendiri dan untuk harapan kedepannya bisa dijual ke masyarakat ” ujar Bu Nita selalu guru penggerak “.

Awal dari program ini adalah hasil dari pembelajaran terkait pembiasaan kepada anak. pembiasaan anak dimulai dari hal yang paling kecil salah satunya terkait dengan tanaman yaitu kegiatan pertanian di situ anak-anak memulai membiasakan dari menanamnya pemilihan media pemilihan bibit merawat memupuk perkembangbiakan tanamannya. Ini bukan termasuk ekstrakurikuler tetapi ini termasuk dalam pembelajaran karena di awal anak-anak dibimbing untuk merawat tanaman seperti menyiram dan merawat tanaman dan dari kebiasaan itu anak-anak mulai tumbuh sikap bertanggung jawab. Program ini murni dari pembelajaran yang didapat oleh guru penggerak, trend pembelajaran era milenial ini lebih ke arah aplikatif di mana guru diberi kebebasan untuk mencari celah pembelajaran dan kita memilih tanam-tanaman karena itu hal yang simpel dan yang bisa dilakukan oleh semua anak, murah, dan bisa dilakukan di rumah dan tidak harus memiliki lahan yang luas. Pada tanggal 15 Juni 2022 akan diadakan bazar dari olahan tanaman tersebut seperti pentol sayur nugget sayur ” Ujar Bapak Safa’atim SP.d. selaku kepala sekolah “.